Kumpulan tulisan dari Prisma yang menjadi buku ini, sekali lagi, mungkin bisa dijadikan
teropong untuk mengerti pemikiran-pemikiran Gus Dur, terutama yang menyangkut
hubungan agama, ideologi, pembangunan dan negara, itegritas nasional, hak
asasi, dan perubahan masyarakat. Menarik juga bahwa beberapa hal yang menjadi
pokok bahasannya berkait dengan peran yang mesti dimainkan pemerintah, sebuah
posisi yang puncaknya kini justru didudukinya. Ada pendapat bahwa dengan
memahami karya-karya intelektualnya, kita tak mudah terjebak dan ribut sendiri,
dengan sepak terjangnya yang sering kontroversial. Tentu saja dengan tetap
mengingat bahwa oleh perkembangan waktu ada kemungkinan Gus Dur sendiri telah
beranjak dari pandangannya itu atau situasi sosial sendiri yang telah jauh
berubah.
Jalan menuju karier dalam bidang sastra teramat sempit dan tidak jelas.
sebagaimana umumnya bidang seni lainnya, seseorang yang terfokus pada
kepenulisan, telah menggeletakkan dirinya bulat-bulat dalam permainan beraneka
nuansa yang memusingkan, dan hanya kemampuan pengarang sajalah—serta nasib baik—yang
terkait secara langsung. kaya-kata—sebagai sarana utama dalam penyampaian
pemikiran, narasi, ucapan, dan nyanyian--melahirkan hubungan yang lebih akurat
ihwal makna dibandingkan lukisan, gestur, atau seuara; sekaligus juga kata-kata
harus meliputi kesemuanya agar kelihatan hidup. keplastian kata-kata,
keberlimpahan ambiguitasnya, menyodorkan tantangan yang lumayan berat bagi para
penulis konvensional, namun, bagi mereka yang berada di luar jalur dan hendak
menggapai berbagai pengalaman baru, justru perjuangan ini seolah tiada
hentinya.
Delapan
puluh dua tahun silam, tepatnya 31 Januari 1926, Nahdlatul Ulama didirikan oleh
K.H. Hasyim Asy’ari dan ulama terkemuka lainnya di Surabaya Jawa Timur.
Mendayung bahtera selama 82 tahun, tentu NU telah menjaring pengalaman hidup
yang penuh liku-liku. Hidup di roda atas, bawah, pahit getir, dan jatuh bangun
semua pernah melekat pada NU. kelanggengan NU hingga hari ini, merupakan
pelajaran berharga, betapa cekatannya NU mendayung bahtera di tengah hentakan
gelombang dan badai.