Senin, 10 Desember 2012

PROSES KREATIF TUJUH PENULIS PEREMPUAN TERKEMUKA DUNIA

TARUHAN MEWUJUDKAN TULISAN
PROSES KREATIF TUJUH PENULIS PEREMPUAN TERKEMUKA DUNIA
-->

Penerjemah: Max Arifin
Penerbit: Jalasutra 
Cetakan: 2006
Harga: 45. 000
Pemesanan via sms: 081804166658



Jalan menuju karier dalam bidang sastra teramat sempit dan tidak jelas. sebagaimana umumnya bidang seni lainnya, seseorang yang terfokus pada kepenulisan, telah menggeletakkan dirinya bulat-bulat dalam permainan beraneka nuansa yang memusingkan, dan hanya kemampuan pengarang sajalah—serta nasib baik—yang terkait secara langsung. kaya-kata—sebagai sarana utama dalam penyampaian pemikiran, narasi, ucapan, dan nyanyian--melahirkan hubungan yang lebih akurat ihwal makna dibandingkan lukisan, gestur, atau seuara; sekaligus juga kata-kata harus meliputi kesemuanya agar kelihatan hidup. keplastian kata-kata, keberlimpahan ambiguitasnya, menyodorkan tantangan yang lumayan berat bagi para penulis konvensional, namun, bagi mereka yang berada di luar jalur dan hendak menggapai berbagai pengalaman baru, justru perjuangan ini seolah tiada hentinya.

Setiap penulis yang diwawancarai dalam buku ini telah berhasil mengubah aliran tradisi kesusastraan. Mungkin mereka tidak bertolak dari tujuannya; atau, jika tujuan ikut ambil bagian dalam ambisi masa mudanya, para penulis ini belum bisa membayangkan bentuk tujuan seperti apa yang layak diraihnya. Petualangan yang mereka bentangkan merupakan pergulatan antara lisan malaikatnya dengan tugu kemenangfan yang ditegakkan dijalan yang ditempuhnya, baik dalam bentuk inspirasi atau pun produk jadi. Tapi itu tidaklah secepat seseorang menyelesaikan satu pekerjaan lantas menyusul pekerjaan pekerjaan lainnya. Dalam hal ini, penerimaan publik ditempatkan dalam prioritas kedua oleh para seniman dibandingkan pentas pencapaian mereka. Inilah pertaruhan dengan dunia, demi mewujudkan mimpi-mimpi dan tantangan pribadi



Pemesanan via sms: 081804166658
Rekening: 0178678642. BNI. CAB UGM. YOGYAKARTA. AN. MAHWIYANTO
http//jualanbukusenibudaya.blog.spot.com


Tidak ada komentar:

Posting Komentar